bandul kalung tulang sapi (5)

Bandul kalung tulang sapi adalah salah satu perhiasan yang tidak lekang oleh waktu dan semakin digemari oleh para wanita. Pada dasarnya kalung tersebut terbuat dari bahan tanduk namun banyak yang mengira bahwa kalung tersebut terbuat dari bahan tulang sapi.

Kalung tanduk memang bisa dipakai oleh baik wanita mau pun pria. Kalung ini memiliki bentuk yang melingkar dan terdapat pengait untuk dikaitkan saat menggunakannya atau bisa juga berupa tali yang bisa di adjust berdasarkan selera pemakainya.

Asal usul mulainya para Wanita memakai Bandul Kalung Tulang Sapi

Sejak dulu kalung sudah terbuat dari berbagai macam material termasuk dari bahan yang berharga seperti logam mulia antara lain emas, perak, platinum dan bahan lain sebagainya termasuk bahan dari tanduk yang terbuat dari tanduk kerbau atau pun dari sapi.

Bahan yang terbuat dari kalung bahan baik yang mengkilap karena bahan dari metal mau pun mengkilap karena bahan alami, memiliki ciri khas yang unik dibandingkan dari bahan lainya karena mempunyai kilau mewahnya yang menawan.

Untuk membuat tampilannya lebih unik dan makin menawan, para pengrajin kalung memberi hiasan dari bahan batu alam atau dicampur oleh mutiara sehingga terlihat lebih bervariasi.

Alasan yang disebutkan sebelumnya inilah yang akhirnya membuat orang banyak tertarik untuk menjadikan kalung sebagai perhiasan wajib.

Selain juga seringkali digunakan untuk mempermanis tampilan di berbagai kesempatan maupun acara spesial lainnya.

Tidak hanya itu, kalung juga menjadi salah satu perhiasan yang turut mewarnai kelengkapan mahar untuk sang pengantin dan diberikan kepada calon pengantin wanita.

Terlihat juga para kaum muda mulai memakai di pesta perkawinan mereka juga. Namun, tentunya keunikan kalung dari tanduk cukup berbeda dengan kalung yang ada dalam kelengkapan mahar pernikahan pada umumnya.

Kalung-kalung yang sering dijadikan perhiasan oleh masyarakat umum memiliki banyak manfaat, fungsi, serta tujuannya masing-masing.

Sejarah dibalik Bandul Kalung Dari Tulang Sapi
Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat, fungsi dan tujuannya, berikut penjelasan sejarah kemunculan kalung tersebut sehingga eksistensinya sampai saat ini.

Tidak diketahui kapan pertama kali kalung ditemukan, namun kalung sudah ada sejak zaman purba jauh sebelum kita lahir yaitu pada zaman nenek moyang kita.

Saat itu kalung hanya terbuat dari bahan alami yang sederhana seperti karang, taring, tulang maupun gigi hewan buas yang dibuat oleh manusia pada zaman purba tersebut.

Setelah kemunculannya yang tidak dapat diprediksi, kemudian kalung ditemukan di Eropa yaitu tepatnya di Skotlandia dan juga Irlandia pada abad 1500 – 1800 SM.

Saat itu kalung tersebut memiliki bentuk seperti bulan sabit atau yang disebut Celtic Kuno. Setelah itu diikuti trend di beberapa negara dengan munculnya kalung yang perlahan menjadi salah satu perhiasan yang identik dengan gaun dan menjadi penunjang dalam berpakaian.

Pada zaman itu, kalung masih menjadi perhiasan yang lebih banyak digunakan oleh para kaum lelaki, kemudian perlahan mulai diikuti oleh para kaum wanita.

Kalung yang digunakan dan dibuat pun berbeda pada setiap daerah, desain dan materialnya juga turut membedakan dan memberi ciri khas tersendiri dan juga mempunyai makna yang berbeda-beda.

Seperti pada kalung yang dibuat oleh bangsa Romawi Kuno yang memiliki ukiran-ukiran pada zaman Romawi pada saat itu. Seperti yang semua orang tahu bahwa kalung ini khas dan sangat identik dengan simbol-simbol bersejarah.

Beralih pada abad zaman pertengahan, kalung mulai dikenakan oleh para kaum wanita terutama kaum bangsawan-bangsawan.

Dan pada abad tersebut mereka mulai menggunakan gaun-gaun yang menjuntai sampai ke lantai. Kalung pada saat itu menjadi salah satu perhiasan wanita yang identik dikenakan bersamaan dengan penggunaan gaun, bahkan tanpa adanya kalung , penampilan seakan kurang lengkap.

Tidak hanya itu saja, sejak dulu kalung sudah menggunakan liontin ataupun batu permata indah serta permata yang menghiasinya. Hal ini pun juga menjadi tolak ukur tingkat status sosial para bangsawan yang menggunakannya dibandingkan para kaum wanita lainnya.

Lanjut berabad-abad lamanya, pada akhir abad 20-an kalung terutama yang berbahan alami dan klasik mulai dijadikan aksesoris fashion atau sebagai kebutuhan untuk menunjang penampilan sehingga semakin memesona.

Kalung juga mulai bervariasi sehingga material bahannya yang mulai berkembang dengan menggabungkan bahan alami dari tanduk tersebut dengan bahan dari logam seperti emas dan bahan berharga lainnya. Ada pula batu permata yang memiliki warna-warna indah, serta beragam bentuk yang sangat unik.

Para pengguna bandul kalung tulang sapi pun dikenal sebagai orang-orang yang tergolong glamour dan memiliki banyak harta kekayaan yang melimpah.